Pelarian dari Keadaan


Foto: Unsplash.com/Sasha Freemind

Apa yang kaulakukan untuk meredam luka hati yang sulit terobati?

Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk melampiaskan kejadian yang kurang menyenangkan di dalam hidupnya. Mulai dari permasalahan cinta, cita-cita, hingga persoalan keluarga.

Tentang perpisahan yang tak diinginkan, perasaan yang terabaikan, kegagalan meraih cita-cita, rumah yang tak lagi harmonis, dan kisah lainnya yang cukup menyayat hati.

Ada dari mereka yang menyikapinya dengan mengurung diri di kamar tanpa ingin diganggu orang lain, menyendiri adalah cara terbaik yang mereka lakukan, tanpa melakukan apapun.

Sementara itu, bersenang-senang di luar rumah ketika malam datang adalah cara yang dilakukan beberapa orang untuk melupakan perkara yang terjadi di hidupnya.

Namun, berbeda dengan aku. Yang memiliki cara sendiri untuk melampiaskan kejadian-kejadian yang membekas di hati.

Sejak 2015, kumulai menuangkan perasaan yang kualami ke dalam tulisan. Kekecewaan, kegelisahan, dan kerinduan adalah kisah yang mengawali diriku untuk menulis. Aku tidak tahu bagaimana teknis menulis yang benar. Yang kulakukan hanya melukiskan perasaan-perasaan itu ke dalam selembar kertas dengan tinta hitam.

Aku seperti berdialog dengan diriku sendiri. Meluapkan luka baru, berharap luka itu segera kering setelah kutorehkan tinta di atasnya. Terkadang, kujuga membawa luka lama yang masih bertengger di inti hati dan memintanya untuk berdamai.

Walaupun tulisanku ala kadarnya, aku tetap berlatih untuk mengemas perasaan yang kualami agar sampai kepada para pembaca. Ya, pembacanya adalah teman-temanku sendiri yang setia menunggu di blog pribadiku.

Tidak hanya perasaanku sendiri yang kutuliskan. Aku belajar mendengar kisah hidup teman-temanku dan mengemas perasaannya ke dalam tulisan. Karena bagiku, tulisan itu seperti museum. Memori itu akan tergerus oleh waktu dan dilupakan seiring pendewasaan diri. Dengan cara menulislah, suatu saat nanti, tulisan-tulisan itu akan berbicara kembali bahwa kita bisa melewati keadaan di titik terendah kehidupan.

(Tulisan ini telah terbit di https://kumparan.com/farah-nadhilah/pelarian-dari-keadaan-1tQR4UwGNjB/full)


Comments

  1. bener bgt si kdg melampiaskan masalah itu dgn keluar rumah yg membuat jadi lebih tenang. Tulisannya memotivasi bgt untuk kita bisa belajar menulis jg dari melampiaskan masalah kita.

    ReplyDelete
  2. setuju. dengan menulis memang lebih mudah menuangkan perasaan dan pikiran

    ReplyDelete
  3. setuju banget! emang menulis bisa buat jadi jalan pelampiasan yang baik

    ReplyDelete
  4. setujuu bgt, kadang bingung mau curhat ke siapa, menulis emang salah satu jalan untuk menuangkan apa yg sedang dirasakan

    ReplyDelete
  5. Bener banget, terkadang suka nulis dinotes tentang yang kita rasain / nulis omongan yang pengen kita bilang ke orangnya tapi ga berani, alhasil ditulis dinotes aja biar lega😢

    ReplyDelete
  6. Bener banget, kita bisa melampiaskan perasaan kita lewat tulisan

    ReplyDelete
  7. Se7 bet kalo lagi gabut sering bet nulia dibelakang binden apa yang kadang kita rasakan

    ReplyDelete
  8. Nulisnya pas lagi hujan , sambil minum kopi ya far. Auto ngalirr idenya

    ReplyDelete
  9. I lovee your words... never stop writing!

    ReplyDelete
  10. bener banget, kadang kalo bingung mau cerita sama siapa ujungnya ke tuisan

    ReplyDelete
  11. Setujuu dill, kalo udah nulis tuh rasanya cerita sedih bisa menguap gitu aja

    ReplyDelete
  12. orangnya suka banget kalau nemu diksi yang 'ngena', "tulisan-tulisan itu akan berbicara kembali..." ini kalimatnya sederhana tapi suka sekali haha thumbs up Farah!

    ReplyDelete
  13. Gue setuju kalau menulis dapat meringankan, karena dengan menulis rasanya semua masalah jadi lebih jelas dan jadinya kita mudah untuk mengevaluasi, langkah apa yang selanjutnya dapat kita ambil.

    ReplyDelete
  14. Bener bgt, setiap orang pasti punya lukanya masing2. Namun, luka itulah yg bisa membawa kita menjadi pribadi yg lebih kuat. Semangat untuk semua yg sedang berusaha untuk baik2 saja. But sometimes, it's ok if u cry a lot😭

    ReplyDelete
  15. Kita gabisa selalu cerita sama orang, solusi nya cerita sama diri sendiri terutama nulis! Must try banget

    ReplyDelete
  16. emang ya perasaan tuh ga main main

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dialog yang Membisu

Inovasi Baru, Jakarta Dessert Week Digelar Online

Berkawan dengan Lawan