Dialog yang Membisu
Kami duduk berhadapan,
Tanpa ada
tatapan,
Apa lagi
sapaan,
Benar-benar
tiada kehangatan.
Yang
terdengar
hanya detik
yang berdetak,
Embusan
napas yang mendesak.
Langkah
kaki yang berderap.
Sementara
di luar ruangan,
Hingar
bingar bersahutan,
Dari kendaraan
di persimpangan jalan,
Riuh tak
mengganti apa pun dalam keheningan.
Lagi dan
lagi,
Tiada dialog malam di antara kami.
Kerennnn bgttt!!!!
ReplyDeleteSuka banget sama kata-katanya, keren!🔥
ReplyDeleteWiiii
ReplyDeleteEntah mengapa kumpulan kata yang telah menjadi puisi mampu menyentuh relung hati, sungguh patutlah ku puji penulisnya, oh Farah Nadhilah. Perempuan penuh talenta dengan segudang kata puitisnya.
ReplyDeleteterima kasih telah menciptakan kalimat indah ini🥰
ReplyDeleteMenyentug hati....
ReplyDeleteDialog malam ditutup dengan perasaan yang temaram
ReplyDeleteKerenn bgt👍
ReplyDeleteKerennn
ReplyDeleteKEREN!!!
ReplyDeleteSukaa🥺❤️
ReplyDeleteBagus banget Far!
ReplyDeletesuka diksinya! semacam langsung "terbayang" di kepala :)
ReplyDeleteproud of you
ReplyDeletenyentuh banget!
ReplyDeleteapasih ini ko keren bgtt
ReplyDeleteMenarik
ReplyDeleteKeren bangettt
ReplyDeletekeren bangett,jadi pengennnn😗
ReplyDelete