Dialog yang Membisu

Kami duduk berhadapan,

Tanpa ada tatapan,

Apa lagi sapaan,

Benar-benar tiada kehangatan.

 

Yang terdengar

hanya detik yang berdetak,

Embusan napas yang mendesak.

Langkah kaki yang berderap.

 

Sementara di luar ruangan,

Hingar bingar bersahutan,

Dari kendaraan di persimpangan jalan,

Riuh tak mengganti apa pun dalam keheningan.

 

Lagi dan lagi,

Tiada dialog malam di antara kami.

Comments

  1. Suka banget sama kata-katanya, keren!🔥

    ReplyDelete
  2. Entah mengapa kumpulan kata yang telah menjadi puisi mampu menyentuh relung hati, sungguh patutlah ku puji penulisnya, oh Farah Nadhilah. Perempuan penuh talenta dengan segudang kata puitisnya.

    ReplyDelete
  3. terima kasih telah menciptakan kalimat indah ini🥰

    ReplyDelete
  4. Dialog malam ditutup dengan perasaan yang temaram

    ReplyDelete
  5. suka diksinya! semacam langsung "terbayang" di kepala :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

5 Tips untuk Blogger Pemula agar Blogmu Stand Out

Inovasi Baru, Jakarta Dessert Week Digelar Online