Berkawan dengan Lawan
Jari-jemariku menyelami beranda media sosial, menyaksikan unggahan dari
kehidupan para milenial. Yang terkadang tak habis pikir kumelihatnya. Mereka
memamerkan kebodohannya untuk memperoleh eksistensi semata. Tanpa memikirkan
risiko setelahnya.
Lain lagi dengan sebagian milenial yang menggunakan media sosial untuk
memamerkan prestasinya. Sering kali aku menjadi tak percaya diri setelah
melihat pencapaian yang mereka peroleh. Unggahan karya-karya yang menarik
perhatian hingga mendapat beasiswa ke Negeri Jiran, membuat diriku merasa
tertinggal jauh dari teman-temanku.
Lawan terbesarku berada di dalam tubuh ini, yaitu rasa tak percaya diri.
Ketika kuingin membuat sesuatu atau sekadar ingin mengunggah karyaku, rasa tak
percaya diri itu selalu menikam dan membuat tanganku melepaskan hal yang sedang
kugenggam. Aku merasa karya-karyaku masih jauh dari kata layak. Berbeda dengan
mereka yang selalu disukai oleh khalayak.
Lambat laun aku tersadar. Rasa tak percaya diri ini terus mengganggu, aku
tak bisa terus-menerus hidup dengan keadaan terbelenggu. Aku akan semakin
tertinggal jika aku hanya diam di tempat. Lalu, kuputuskan untuk berdamai
dengan jiwa ini. Menaklukan lawanku menjadi kawan.
Aku meyakinkan diriku bahwa pencapaian seseorang bukanlah tolak ukurku
untuk melakukan suatu hal. Setiap orang pasti memiliki proses kehidupan yang
tidak diketahui banyak orang. Begitu pula denganku, semua proses kehidupan yang
telah kulalui menjadi contoh nyata bahwa diri ini berkembang dari hari ke hari.
Tak sepatutnya aku berhenti melangkah hanya karena dihantui rasa tak percaya
diri.
Ketika rasa itu datang kembali, yang bisa kulakukan hanyalah hadapi.
Lawan itu akan berubah menjadi kawan dengan sendirinya jika kubisa
mengendalikannya secara bijak. Ketika aku tak berani untuk menampilkan karyaku,
yang kulakukan bukanlah mengikuti rasa itu, melainkan aku harus melawannya,
yaitu membuat dengan semaksimal mungkin.
(Tulisan ini telah terbit di https://kumparan.com/farah-nadhilah/berkawan-dengan-lawan-1tQN0rcLbkJ)

kita haruss lawan rasa ga percaya diri yang ada dalam jiwa ini!!!!
ReplyDeletebener bgt kadang rasa ga pede emang jadi lawan terdekat kita bgt:((
ReplyDeleteSe7 kadang pengen gitu ngeunggah hasil2 karya kita tapi suka mikir keknya kaga ada bagus2nya karya yang gua hasilkan
ReplyDeletesemangat terus untuk kita!
ReplyDeletesemoga kebahagiaan dan kekuatan selalu ada untukmu
ReplyDeleteYes bener bangett. Semua tergantung kita gimana cara kita buat ngegunain sosial media. Ajang kejar-kejaran prestasi kah atau untuk hahahihi semata. Semua keputusan ada di tangan kita. Smangat!
ReplyDeletesemangat!
ReplyDeleteSemua orang bisa punya hasil yang sama tapi ga semua orang bisa punya proses yang samaa. Semangattt dildil
ReplyDeletesemangat girl!
ReplyDeleteSemangat farahhh, mnrtku karya2 km bagus bgt kayak udah masterpiece😚
ReplyDelete