Pelarian dari Keadaan
Apa yang kaulakukan untuk meredam luka hati yang sulit terobati?
Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk melampiaskan kejadian
yang kurang menyenangkan di dalam hidupnya. Mulai dari permasalahan cinta,
cita-cita, hingga persoalan keluarga.
Tentang perpisahan yang tak diinginkan, perasaan yang terabaikan, kegagalan
meraih cita-cita, rumah yang tak lagi harmonis, dan kisah lainnya yang cukup
menyayat hati.
Ada dari mereka yang menyikapinya dengan mengurung diri di kamar tanpa
ingin diganggu orang lain, menyendiri adalah cara terbaik yang mereka lakukan,
tanpa melakukan apapun.
Sementara itu, bersenang-senang di luar rumah ketika malam datang adalah
cara yang dilakukan beberapa orang untuk melupakan perkara yang terjadi di
hidupnya.
Namun, berbeda dengan aku. Yang memiliki cara sendiri untuk melampiaskan
kejadian-kejadian yang membekas di hati.
Sejak 2015, kumulai menuangkan perasaan yang kualami ke dalam tulisan. Kekecewaan,
kegelisahan, dan kerinduan adalah kisah yang mengawali diriku untuk menulis.
Aku tidak tahu bagaimana teknis menulis yang benar. Yang kulakukan hanya
melukiskan perasaan-perasaan itu ke dalam selembar kertas dengan tinta hitam.
Aku seperti berdialog dengan diriku sendiri. Meluapkan luka baru, berharap
luka itu segera kering setelah kutorehkan tinta di atasnya. Terkadang, kujuga
membawa luka lama yang masih bertengger di inti hati dan memintanya untuk
berdamai.
Walaupun tulisanku ala kadarnya, aku tetap berlatih untuk mengemas perasaan yang kualami agar sampai kepada para pembaca. Ya, pembacanya adalah teman-temanku sendiri yang setia menunggu di blog pribadiku.
Tidak hanya perasaanku sendiri yang kutuliskan. Aku belajar mendengar
kisah hidup teman-temanku dan mengemas perasaannya ke dalam tulisan. Karena bagiku,
tulisan itu seperti museum. Memori itu akan tergerus oleh waktu dan dilupakan
seiring pendewasaan diri. Dengan cara menulislah, suatu saat nanti, tulisan-tulisan
itu akan berbicara kembali bahwa kita bisa melewati keadaan di titik terendah
kehidupan.
(Tulisan ini telah terbit di https://kumparan.com/farah-nadhilah/pelarian-dari-keadaan-1tQR4UwGNjB/full)

bener bgt si kdg melampiaskan masalah itu dgn keluar rumah yg membuat jadi lebih tenang. Tulisannya memotivasi bgt untuk kita bisa belajar menulis jg dari melampiaskan masalah kita.
ReplyDeletesetuju. dengan menulis memang lebih mudah menuangkan perasaan dan pikiran
ReplyDeletesetuju banget! emang menulis bisa buat jadi jalan pelampiasan yang baik
ReplyDeletesetujuu bgt, kadang bingung mau curhat ke siapa, menulis emang salah satu jalan untuk menuangkan apa yg sedang dirasakan
ReplyDeleteBener banget, terkadang suka nulis dinotes tentang yang kita rasain / nulis omongan yang pengen kita bilang ke orangnya tapi ga berani, alhasil ditulis dinotes aja biar lega😢
ReplyDeleteBener banget, kita bisa melampiaskan perasaan kita lewat tulisan
ReplyDeleteSe7 bet kalo lagi gabut sering bet nulia dibelakang binden apa yang kadang kita rasakan
ReplyDeleteNulisnya pas lagi hujan , sambil minum kopi ya far. Auto ngalirr idenya
ReplyDeleteI lovee your words... never stop writing!
ReplyDeletebener banget, kadang kalo bingung mau cerita sama siapa ujungnya ke tuisan
ReplyDeleteSetujuu dill, kalo udah nulis tuh rasanya cerita sedih bisa menguap gitu aja
ReplyDeleteorangnya suka banget kalau nemu diksi yang 'ngena', "tulisan-tulisan itu akan berbicara kembali..." ini kalimatnya sederhana tapi suka sekali haha thumbs up Farah!
ReplyDeleteGue setuju kalau menulis dapat meringankan, karena dengan menulis rasanya semua masalah jadi lebih jelas dan jadinya kita mudah untuk mengevaluasi, langkah apa yang selanjutnya dapat kita ambil.
ReplyDeletesetuju parahhh
ReplyDeleteBener bgt, setiap orang pasti punya lukanya masing2. Namun, luka itulah yg bisa membawa kita menjadi pribadi yg lebih kuat. Semangat untuk semua yg sedang berusaha untuk baik2 saja. But sometimes, it's ok if u cry a lotðŸ˜
ReplyDeleteKita gabisa selalu cerita sama orang, solusi nya cerita sama diri sendiri terutama nulis! Must try banget
ReplyDeleteemang ya perasaan tuh ga main main
ReplyDeleteKeadaan jngan lari ya
ReplyDeleteSetuju abis
ReplyDelete