Posts

Pelarian dari Keadaan

Image
Foto: Unsplash.com/Sasha Freemind Apa yang kaulakukan untuk meredam luka hati yang sulit terobati? Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk melampiaskan kejadian yang kurang menyenangkan di dalam hidupnya. Mulai dari permasalahan cinta, cita-cita, hingga persoalan keluarga. Tentang perpisahan yang tak diinginkan, perasaan yang terabaikan, kegagalan meraih cita-cita, rumah yang tak lagi harmonis, dan kisah lainnya yang cukup menyayat hati. Ada dari mereka yang menyikapinya dengan mengurung diri di kamar tanpa ingin diganggu orang lain, menyendiri adalah cara terbaik yang mereka lakukan, tanpa melakukan apapun. Sementara itu, bersenang-senang di luar rumah ketika malam datang adalah cara yang dilakukan beberapa orang untuk melupakan perkara yang terjadi di hidupnya. Namun, berbeda dengan aku. Yang memiliki cara sendiri untuk melampiaskan kejadian-kejadian yang membekas di hati. Sejak 2015, kumulai menuangkan perasaan yang kualami ke dalam tulisan. Kekecewaan, kegel...

Tuhan, Kau di Sana?

(i) Tuhan, kuberkunjug di tiap panggilan-Mu, Kau tak menyapa.   Tuhan, kumengirim surat di rintik hujan yang membumi, Kau tak membalas.   Tuhan, kumengetuk pintu di sepertiga malam, Kau tak ada.   Tuhan, Kau masih di sana?   (ii) Tuhan masih di sana tetap sama. Dia mendengarmu, Menggenggammu, Memelukmu.   Tak perlu kaumencari Tuhan ke mana-mana. Dia tenang di kening, Dia erat dalam dekat, Dia mendekap saat kauberharap.   Tuhan ada di mana-mana, Di keadaan yang tak kausadari, Di tempat yang tak kausangka-sangka.